Powered By Blogger

PERHITUNGAN MATEMATIS SEDERHANA PERMAINAN BOLA BASKET

ZONE DEFENSE
  • Lama permainan bola basket 40 menit, apabila dibagi dua (offense dan defense) maka waktu untuk melakukan defense adalah 20 menit
  • Dalam waktu 20 menit, apabila waktu setiap kali melakukan penyerangan adalah 30 detik, maka sebuah tim melakukan 40 kali defense selama permainan ( 1 menit : 30 detik x 20 menit )
  • Dalam 1 kali defense, jika seorang pemain dianggap berlari ke empat arah bolak-balik sebanyak 2 meter, maka dalam 1 kali defense pemain berlari sebanyak (2 x 2 meter) x 4 arah + 28 meter = 44 meter. Jadi setiap pemain dalam satu game berlari sepanjang 44 meter x 40 kali defense = 1760 meter
MAN TO MAN DEFENSE
  • Waktu untuk defense = 20 menit
  • Apabila setiap pemain dianggap berlari ke segala arah (8 arah) bolak-balik sepanjang 9 meter, maka selama 30 detik (1 kali kesempatan offense) setiap pemain berlari sepanjang = 2 x 9 meter x 8 arah + 28 meter = 172 meter, maka selama waktu permainan pemain berlari sepanjang 172 meter x40 defense = 6880 meter
FAST BREAK
  • Jika diasumsikan setiap kali fast break dan second break membutuhkan waktu 10 detik, maka setiap pemain melakukan offense fast break dalam 1 permainan sebanyak 1 menit : 10 detik = 6 dikalikan 20 menit = 120 x penyerangan
  • Jika setiap kali penyerangan pemain berlari sepanjang 28 meter, maka setiap pemain berlari selama 1 permainan adalah 28 meter x 120 fast break = 3360 meter 
SET PLAY
  • Lama permainan bola basket 40 menit, apabila dibagi dua (offense dan defense) maka waktu untuk melakukan defense adalah 20 menit
  • Dalam waktu 20 menit, apabila waktu setiap kali melakukan penyerangan adalah 30 detik, maka sebuah tim melakukan 40 kali defense selama permainan (1 menit : 30 detik x 20 menit )
  • Dalam 1 kali defense,jika seorang pemain dianggap berlari ke empat arah bolak-balik sebanyak 2 meter, maka dalam 1 kali defense pemain berlari sebanyak (2 x 2 meter) x 4 arah + 28 meter = 44 meter. Jadi setiap pemain dalam satu game berlari sepanjang 44 meter x 40 kali defense = 1760 meter.
DEFENSE + OFFENSE
  • Zone marking + set play = 1760 meter + 1760 meter = 3520 meter
  • Zone marking + fast break = 1760 meter + 3360 meter = 5120 meter
  • Man-to-man + set play = 6880 meter + 1760 meter = 8640 meter
  • Man-to-man + fast break = 6880 meter + 3360 meter = 10240 meter

TRANSISI DEFENSE TO OFFENSE

Dalam permainan bolabasket Fast Break menjadi Pilihan Pertama, setelah sebuah tim dapat melakukan defense dengan baik, maka usaha selanjutnya adalah melakukan penyerangan untuk membuat angka. Pada saat sebuah tim dapat menguasai bola setelah usaha penyerangan lawan, baik akibat bola masuk, defensive rebound, atau stealing, intercept, maka pada saat itulah terjadi transisi dari Defense ke Offense

Pada masa transisi itulah yang harus digunakan oleh tim yang menguasai bola harus menggunakan keuntungan untuk membuat angka. Keuntungan akibat hal yang dialami lawan akibat yang dimaksud adalah :
  1. Lawan belum siap untuk melakukan set defense
  2. Tidak semua tim mempersiapkan safety man pada saat terjadi perpindahan penguasaan bola
  3. Pada saat terjadi perpindahan penguasaan bola, biasanya pemain yang sedang melakukan penyerangan sedang membelakangi ring sendiri, sementara pemain yang bertahan biasanya menghadap ring lawan. Secara teori dan fakta, pemain yang berlari lurus ke depan akan lebih cepat dari pemain yang berlari ke belakang/mundur atau pemain yang sedang melakukan penyerangan harus memutar badan untuk berlari dan melakukan defense. Pada saat pemain memutar badan itulah harus di ambil keuntungan walaupun sepersekian detik
  4. Secara naluri pemain tanpa di perintah akan segera berlari cepat untuk melakukan penyerangan apabila salahsatu rekannya dapat menguasai bola, sementara banyak pemain yang harus diperintah / diteriaki untuk segera defense

Dengan adanya beberapa keuntungan yang telah disebutkan di atas maka pada saat itulah tim yang dapat menggunakan keuntungan-keuntungan tersebut dapat membuat angka dengan mudah, yaitu melalui serangan kilat / cepat ( Fast Break )

Keuntungan melakukan Fast Break
  1. Membuat angka lebih cepat
  2. Menghemat energy / tenaga beberapa pemain. Karena biasanya fast break hanya dilakukan oleh 2 atau 3 pemain saja, sementara pemain lawan biasanya semua harus berlari cepat untuk kembali menjaga daerah / ringnya
  3. Dapat merotasi pemain yang melakukan serangan
  4. Lawan tidak dalam keadaan siap untuk melakukan set defense seperti mereka inginkan
  5. Kemungkinan hasil dari fast break adalah membuat angka dengan mudah ( karena tidak ada penjaga ) atau mendapat foul ( free throw )
  6. Jika pemain pertama gagal membuat angka, masih ada pemain kedua yang menyusul / trailing ( biasanya yang melakukan passing terakhir ) untuk membuat angka ( second chance point )  atau jika pemain yang menyusul tidak bisa di passing ( karena mendapatkan penjagaan ) maka pada saat itulah terjadi second break ( karena biasanya lawan terpokus pada bola ataupun pemain yang menyusul tersebut )

Kunci dalam melakuan Fast Break
  1. Tempatkan pemain pada line 1 dan line 5 (kedua sisi lapangan)
  2. Bawa / kirim bola secepatnya ke depan, baik dengan passing atau dribbling, lebih utama jika membawa bola ke salah satu sisi lapangan
  3. Pemain yang berada di belakang pemain yang menguasai bola / trailing (berlawanan sisi dangan pemain yang menguasai bola) biasanya pemain yang melakukan passing terakhir, melakukan cutting untuk meminta bola. Jika ia mendapat bola dapat langsung lay up atau shooting, jika tidak dapat di passing, maka pemain tersebut harus meneruskan pergerakannya da keluar dar daerah ring lawan ( key hole area )
  4. Pemain yang berlawanan dengan bola, setelah pemain yang melakukan cutting pertama, bergerak melakukan cutting. Pemain tersebut boleh berhenti di daerah free throw untuk shooting atau sebagai pengumpan / fooder

STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Gabbard, LeBlanc dan Lovy (1994) menyatakan bahwa strategi pembelajaran merujuk pada suatu proses mengatur lingkungan belajar. Setiap strategi merupakan gabungan beberapa variable. Variabel yang penting dalam strategi pembelajaran adalah metode penyampaian bahan ajar, pola organisasi yang digunakan guru untuk menyampaikan materi, dan bentuk komunikasi yang dipergunakan. Secara rinci strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan di atas dapat diuraikan satu-persatu sebagai berikut.

1. Metode Pembelajaran (Teaching Method)
Menurut Griffin, Mitcheil, dan Oslin (1997); Joyce, Well dan Showers (1992); Magill (1993); Mosston dan Ashworth (1994); Singer dan Dick (1980); metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pengajaran aktivitas jasmani sebanyak tujuh katagori. Ketujuh kategori metode tersebut dirinci sebagai berikut.
  • Pendekatan pengetahuan-keterampilan (knowledge-skill approach) yang memiliki dua metode, yaitu metode ceramah (lecture) dan latihan (drill).
  • Pendekatan sosialisasi (socialization approach) yang berdasarkan pandangan bahwa proses pendidikan harus diarahkan untuk selain meningkatkan keterampilan pribadi dan berkarya, juga keterampilan berinteraksi sosial dan hubungan manusiawi. Pendekatan ini memiliki kelompok metode the social family, the information processing family, the personal family, the havioral system family, dan the professional skills.
  • Pendekatan personalisasi yang berlandaskan atas pemikiran bahwa aktivitas jasmani dapat dipergunakan sebagai media untuk mengembangkan kualitas pribadi, metodenya adalah movement education (problem solving techniques).
  • Pendekatan belajar (learning approach) yang berupaya untuk mempengaruhi kompetensi dan proses belajar anak dengan metode terprogram (programmed instruction), computer assisted instruction (CAI), dan metode kreativitas dan pemecahan masalah (creativity and problem solving).
  • Pendekatan motor learning yang mengajarkan aktivitas jasmani berdasarkan klasifikasi keterampilan dan teori proses informasi yang diterima. Metode yang dikembangkan berdasarkan pendekatan ini adalah part-whole methods, dan modelling (demonstration).
  • Spektrum gaya mengajar yang dikembangkan oleh Muska Mosston. Spektrum dikembangkan berdasarkan pemikiran bahwa pembelajaran merupakan interaksi antara guru-siswa dan pelaksanaan pembagian tanggungjawab. Metode yang ada dalam spectrum berjumlah sebelas, yaitu: (1) komando/command, (2) latihan/practice, (3) resiprokal/reciprocal, (4) uji mandiri/self check, (5) inklusi/inclusion, (6) penemuan terbimbing/guded discovery, (7) penemuan tunggal/convergen discovery, (8) penemuan beragam/divergent production, (9) program individu/individual program, (10) inisiasi siswa/learner initiated, dan (11) pengajaran mandiri/self teaching.
  • Pendekatan taktis permainan (tactical games approaches). Pendekatan yang dikembangkan oleh Universitas Lougborough untuk mengajarkan permainan agar anak memahami manfaat teknik permainan tertentu dengan cara mengenal situasi permainan tertentu terlebih dahulu kepada anak.

2. Pola Organisasi (Organizational Pattern)
Menurut Gabbard, LeBlanc dan Lovy (1994) pola organisasi digunakan untuk mengelompokkan siswa aktivitas jasmani agar metode yang diinginkan dapat dipergunakan. Pola dasar organisasi adalah kelas (classical), kelompok (group) dua atau lebih, dan individu (individual).
Pengajaran kelas menempatkan siswa dalam kelompok besar dan mereka mendapatkan informasi secara klasikal. Guru menyampaikan materi kepada seluruh peserta pada suatu waktu tertentu. Siswa bekerja sebagai satu kesatuan, biasanya dalam bentuk kelompok, untuk menanggapi materi yang disampaikan.

Pengajaran kelompok atau perorangan membagi kelas menjadi beberapa unit (kelompok atau individu) sehingga beberapa kegiatan dapat dikerjakan pada satu satuan waktu tertentu. Penggunaan stasion atau pusat-pusat belajar (learning centers) merupakan bentuk yang populer dan bermanfaat untuk mengakomodasi pola ini. Selain itu, ada beberapa bentuk formasi yang dapat digunakan, yaitu: berjajar, melingkar, setengah lingkaran, dan bergerombol.


3. Bentuk Komunikasi (Communication Mede)
Menurut Gabbard, LeBlanc dan Lovy (1994) bentuk komunikasi adalah bentuk interaksi yang dipilih guru untuk menyampaikan pesan. Pada umumnya, bentuk komunikasi adalah verbal, written, visual, auditory, dan gabungannya. Komunikasi verbal adalah komunikasi lisan melalui kontak pribadi, biasanya antara guru dan siswa dan bentuk ini sering dipergunakan. Komunikasi auditori dipresentasikan dengan menggunakan hasil rekaman atau pita kaset yang menyampaikan gaya presentasi yang dipilih.

Bentuk komunikasi tertulis (written) dan visual merupakan jenis komunikasi yang efektif dan memberikan motivasi yang tinggi dalam proses pembelajaran. Kertas tugas, kartu tugas, poster dapat digunakan secara efektif dalam organisasi kelompok atau individu

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Guru perlu membedakan antara kegiatan pengajaran dan manajemen kelas. Kegiatan pengajaran meliputi: (1) mendiagnosa kebutuhan kelas, (2) merencanakan dan mempresentasikan informasi, (3) membuat pertanyaan, (4) mengevaluasi kemajuan. Kegiatan manajemen kelas terdiri dari (1) menciptakan dan memelihara kondisi kelas, (2) memberi pujian terhadap perilaku yang baik, dan (3) mengembangkan hubungan guru dengan siswa.
Keterampilan manajemen kelas merupakan hal yang penting dalam pengajaran yang baik. Praktik menajemen kelas yang baik yang dilaksanakan oleh guru akan menghasilkan perkembangan keterampilan-keterampilan manajemen diri siswa yang baik pula. Ketika siswa telaha belajar untuk mengatur diri lebih baik, guru akan lebih mudah berkonsentrasi untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.

Teknik manajemen kelas harus diupayakan agar tidak mengganggu aspek pembelajaran dalam pelajaran. Bila direncanakan dengan baik, pembelajaran akan bergerak dengan cepat dan lancer dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Manajemen kelas yang efektif akan dapat terwujud dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Menetapkan aturan kelas
Salah satu bagian penting dalam manajemen kelas adalah penetapan aturan kelas. Siswa adalah insane yang memiliki kebiasaan. Aturan kelas mencakup bagaimana pelajaran dimulai, apa tanda yang dipakai untuk mengumpulkan perhatian siswa, apa yang diharapkan saat siswa mendengarkan dan mengikuti perintah, bekerjasama, saat menggunakan ruangan untuk kegiatan tertentu, dan penggunaan yang lainnya. Aturan perilaku tetap ini harus diketahui oleh siswa pada awal pertemuan.

2. Memulai kegiatan tepat waktu
Pemberian suatu tanda mulai segera dilakukan bila kegiatan sudah siap untuk dilaksanakan. Banyak waktu akan terbuang bila aturan ini tidak ditetapkan. Aba-aba untuk melaksanakan kegiatan jangan sampai membingungkan siswa. Contohnya, jan gan memberikan perintah dengan tanda-tanda yang mirip untuk dua kegiatan yang berbeda.

3. Mengatur pelajaran
Guru harus tetap menjaga kegiatan tetap berlangsung dan tidak terganggu oleh kegiatan yang tak terduga. Pergantian antartopik harus dilakukan oleh guru secara cermat dan penuh kesadaran. Guru perlu memaksimalkan kesempatan keikutsertaan setiap siswa dalam proses pembelajaran. Guru perlu memaksimalkan penggunaan peralatan dan mengorganisasikan kelompok agar siswa sebanyak mungkin bergerak aktif sepanjang pelajaran. Bila peralatan yang ada terbatas jumlahnya, gunakan pendekatan stasion/learning centers, dan modifikasi aktivitas.

4. Mengelompokkan siswa
Guru perlu mengelompokkan siswa agar pembelajaran berlangsung secara efektif. Dengan pengelompokkan yang tepat siswa memiliki peluang melakukan aktivitas lebih banyak, bermain dengan jenjang kemampuan dan keterampilan yang seimbang.

5. Memanfaatkan ruang dan peralatan
Guru perlu merencanakan penjagaan dan pemanfaatan peralatan dan ruang secara efisien. Peralatan yang akan digunakan dalam pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik. Selain hal di atas, siswa perlu dibiasakan untuk ikut bertanggungjawab terhadap peralatan yang dipergunakan dalam pembelajaran.

6. Mengakhiri pelajaran
Setiap pertemuan pelajaran di dalam maupun di luar kelas harus diakhiri tepat waktunya dan diupayakan memberikan kesan mendalam bagi siswa. Dengan kesan yang baik, setiap episode pelajaran akan menjadi lebih bermanfaat dan bermankna. Dengan demikian, siswa akan selalu mengingat kegiatan yang dilakukan, dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan.


UNIT-UNIT OFFENSE DALAM PERMAINAN BOLA BASKET


ON THE BALL SCREEN
Pick and Roll
  • Offender 2 melakukan screen/ pick dan offender 1 melakukan dribble
  • Setelah defender 2 menjaga offender 1, segera offender 2 melakukan rol






Pick and Pop Out
  • Offender 2 melakukan pick, offender 1 melakukan dribble untuk membuka kesempatan
  • Offender 2 melakukan gerakan keluar/ pop out untuk melakukan shooting di luar





OFF THE BALL SCREEN

 
Down Screen
  • Offender 2 melakukan down screen
  • Offender 3 melakukan V cut lalu menggunakan screen untuk keluar menerima passing dari offender 1
  • Offender 2 melakukan roll ke arah ring



 
Back Screen
  • Offender 3 melakukan back screen
  • Offender 2 bergerak menggunakan screen dan siap menerima operan dari offender 1
  • Setelah back screen, offender 3 roll ke arah bola dan siap menerima operan dari offender 1



Cross Screen
  • Offender 2 melakukan cross screen
  • Offender 3 menggunakan screen dan bergerak minta bola
  • Offender 2 juga berbalik ke arah semula untuk minta bola





 
Curl
  • Offender 2 melakukan gerakan curl (memutar) ke offender 3, lalu keluar untuk meminta bola
  • Setelah offender 2 melakukan curl, offender 3 segera bergerak meminta bola



Double Screen
  • Offender 2 dan 3 melakukan double screen
  • Offender 4 melakukan V cut, lalu menggunakan screen dari kedua rekannya untuk menerima operan dari offender 1





Multiple Screen
  • Offender 3 melakukan down screen ke offender 4
  • Offender 4 melakukan V cut
  • Offender 2 melakukan down screen ke offender 4
  • Dengan menggunakan 2 buah screen dari rekannya (multiple screen), offender 4 keluar untuk menerima operan dari offender 1



Screen to Screener
  • Offender 4 melakukan back screen ke offender 3
  • Offender 4 mendapat down screen dari offender 2 (screen to screener)

FAST BREAK


Transisi dari defense ke offense dimulai dari fast break. Kalau kita perhatikan lebih lanjut, sebenarnya fast break itu sendiri diawali saat tim lawan melakukan shooting. Jadi jika suatu fast break ingin berhasil denga baik, perlu diperhatkan beberapa hal di bawah ini :
  1. Defense yang baik
  2. Defensive rebound
  3. Intercept
  4. Steal
Fast Break meupakan bagian dari permainan bola basket yang menyenangkan, baik bagi pemain maupun penonton. Tujuan dari fast break adalah membawa bola cepat ke depan untuk melakukan shooting yang memiliki persentase keberhasilan yang tinggi, dengan tdak memberikan kesempatan kepada lawan unuk mempersiapkan set defense.
Kegunaan Fast Beak :
  1. Fast break adalah senjata paling ampuh untuk offender
  2. Melalui fast break kita akan mudah mencetak skor
  3. Fast break akan menambah motivasi tim kita untuk melakukan defense yang baik, termasuk defensive rebound, steal, serta intercept
  4. Fast break dapat memecahkan segala defense yang dipakai lawan kita, karaena kita melakukannya sebelum mereka siap dega formasi defense_nya
  5. Cara paling efektif untuk membalikan keadaan dari kalah menjadi menang
  6. Fast break akan membuat tim lawan frustasi (mental lapse)
Fast Break yang baik tergantung pada :
  1. Kondisi Fisik. Tanpa kondisi fisik yang prima, mustahil kita akan bisa melakukan fast break dengan baik, apalagi jika fast break dilakukan sepanang permainan
  2. Team Work. Kerjasama tim sangat dibutuhkan dalam melakukan fast break, karena ada bagian demi bagian yang harus kita lakukan dengan tugas masing-masing
  3. Fundamental. Tanpa fundamental yang baik kita akan gagal melakukan fast break, karena fast break sangat identik degan fundamental dengan kecepatan yang sangat tinggi
  4. Keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat itu mudah jika kita diberi kesempatan untuk berpikir, tetapi keputusan yang tepat dan cepat itulah yang sulit, maka perlu kita latih setiap pemain untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat.
Memeperhatikan hal-hal di atas, maka kita akan belajar bagian demi bagian dari fast break.ada 3 (tiga) bagian utama dari fast break, yaitu :
Awal ( Starting )
Awal fast break dimulai dimana kita mempersiapkan tim kita untuk melakukan defense yang terorganisir sehingga lawn ditekan untuk melakukan turnover. Jika lawan mendapat kesempatan shooting pun, kita harus memberikan pilihan paling jelek bagi mereka, yaitu shooting yang tidak sesuai program yang telah mereka persiapkan. Contohnya adalah shooting dengan terburu-buru ata shooting yang tidak sesuai dengan wilayah yang mereka kehendaki
Jika tim kita akan memulai fast break haruslah dengan melakukan strong defensive reobound, intercept, atau steal,yang akan membuat fast break kita berhasil. Yang sangat perlu diperhatikan di wilayah awal setelah tim kita menguasai bola adalah outlet pass, dimana bola yang kita kuasai harus bisa diberikan kepada rekan pemain untuk memulai serangan.
Seorang pemain yang menerima outlet pass harus melakukan beberapa hal berikut:
  • Berteria kepada rekan setimnya untuk meminta bola
  • Menjemput bola
  • Saat menerima bola badan harus sejajar dengan side line, supaya bisa melihat rekan yang akan memberikan bola sekaligus rekan yang telah lari ke depan

 

 Penyambung ( Passing )
Turnover saat fast break paling sering terjadi ketika kita melakukan bagian penyambung (passing), karena menjadi kebiasaan saat masuk jalur tangah untuk menerima bola, kita tidak menjemput bola tetapi justru menjauh dari bola. Akibatnya akan terjadi intercept dari pihak lawan atau kita akan sulit menerima bola dari rekan kita.


Penyelesaian ( Scoring )
Semua yang kita lakukan pada dua bagian di atas akan menjadi sia-sia jika kita tidak melakukan penyelesaian yang sempurna pada akhir fast break. Penyelesain yang baik harus dilatih secara terus menerus dan akhirnya kita akn belajar apa itu strong finishing. Saat ini karakter para defender pada umumnya keras dalam melakukan penjagaan, maka kita harus membiasakan pemain kita ntuk melakukan penyelesaian yang sesua dengan karakter defender pada masa kini.
Ada hal lain yang perlu kita perhatikan saat melakukan bagian ini, yakni cara lari pemain saat akan meminta bola untuk diselesaikan
Semua pemain yang akan meminta bola untuk menyelesaikan harus lewat jalur samping, tidak dibenarkan meminta bola untuk menyelesaikan lewat jalur tengah dan di saat lari pun mata harus senantiasa melihat pembawa bola

Pengikut

 photo fiba_logo_quercopy_zps13231a28.png  photo PERBASI_Blog_zps95deb748.png
 photo HeadCoachBasketball_logoblog_zpsd965225e.png